Harapan Sang Putra Pembuat Dodol


ROKAN HILIR - Teksturnya yang lembut, kenyal dan lengkat di baluti warna yang khas hitam kecoklatan serta di lengkapi rasa yang manis membuat Gelamai sebutan lain dari nama makanan tradisional Dodol Ketan begitu di gemari oleh  masyarakat di segala usia. Makanan yang sudah ada sejak turun temurun ini paling sering di jumpai di kala adanya perayaan hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Bagi sebagian masyarakat muslim khususnya yang berada di perkampungan perayaan Idul Fitri dan Idul Adha kurang lengkap tanpa kehadiran cemilan ini. 

Siapa sangka, berawal dari iseng mencoba mempromosikan makanan ini di media sosial melalui akun Facebook, justru malah mengubah nasip seseorang. Selain terbukanya lapangan pekerjaan sendiri, dirinya juga menjadi pelaku usaha dan berhasil memenuhi permintaan pelangan setiap hari. Rahmat Pantun orang menyebutnya, Pria kelahiran 5 November 1991 asal Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rohil ini adalah putra dari seorang ibu bernama Faridawani yang gemar membuat Dodol di saat menjelang Idul Fitri dan Idul Adha untuk memenuhi permintaan warga di kampungnya.

Dari sinilah kisah perubahan hidupnya berawal. Sempat bekerja sebagai Security di Hotel Labersa Pekanbaru 2011-2013, pelayan di rumah makan Ayam Penyet J328 Bagansiapiapi 2015 - 2016 dan Security di perusahaan pengolahan air bersih Spam Durilis Ujung Tanjung sejak 2020, kini dirinya telah menjadi Owner dari usaha yang di beri nama "Dodol Ketan Ayam Putih Punguk" dan berhasil memenuhi permintaan tak hanya untuk warga tempatan dan Kabupaten Rohil, akan tetapi usahanya ini juga telah mampu memenuhi permintaan pelangan dari berbagai daerah.

Cukup melalui via telpon, SMS, WhatApp, Mesenger dan Facebook Pria dengan nama asli Muhammad Sarbaini akan langsung memenuhi permintaan pelanggannya. Usianya masih terbilang muda begitu pula dengan usia perkawinannya yang baru masuk 2 tahun setelah menikahi sang permaisuri pujaan hati yang ia pilih dari jutaan wanita yang ada di muka bumi ini. Mungkin bagi sebagian orang di usianya saat ini hanya menghabiskan waktu melakoni pekerjaan sehari-hari, menghabiskan waktu bermasa keluarga di rumah serta menghabiskan waktu sengang dengan aktifitas biasa-biasa saja tampa menghasilkan apa-apa.

Namun, hal itu justru bertolak belakang dengan Pria tampa berkulit putih, tinggi dan memiliki hidung yang mancung persisnya seperti bule Eropa ini. Banyak wanita yang terpicut saat melihatnya, namun harapan bagi para wanita untuk memiliki hatinya kini sudah tidak ada lagi mengingat hatinya sudah berhasil di ambil oleh Elvy Ravina wanita yang kini telah berstatus istri dari Rahmat Pantun. 

Kegiatan kesehariannya di waktu kosong Rahmat Pantun memanfaatkannya membantu sang ibu menghasilkan produk Dodol yang siap di pasarkan ke berbagai daerah yang sudah mulai sejak 10 Agustus 2017 lalu ini.  Walaupun usahanya masih terbilang  kecil-kecilan, akan tetapi produk Dodol Ketannya sudah mampu sampai ke Kota Batam, Kepulauan Riau melalui pelangan yang memesan ke dirinya. Tidak hanya itu, bahkan Dodol Ketannya juga pernah sampai ke Gedung MPR RI sebagai oleh-oleh yang ia berikan kepada Dr. Hj. Intsiawati Ayus, S.H., M.H Anggota DPR di saat acara pelantikan aggota DPR, DPD segaligus MPR RI beberapa tahun lalu.

Terdapat dua kemasan yang di sajikan oleh Rahmat Pantun untuk memasarkan Dodol Ketan buatan tangan ibu tercintanya ini, yakni kemasan anyaman daun pandan dengan berat 1 kilogram serta kemasan plastik juga dengan berat 1 kilogram. Kedua kemasan Dodol ini dibandrol dengan harga berbeda dimana untuk anyaman daun pandan dihargai Rp80 ribu dan kemasan plastik dihargai Rp70 ribu. 

Selain menggeluti dunia usaha makanan tradisional, dirinya juga aktif didunia seni dan sangat mahir dalam berpantun secara spontan. Bahkan dirinya kerap ikut berbagai ajang perlombaan pantun baik tingkat daerah, provinsi dan bahkan pernah ikut ajang lomba menulis pantun tingkat nasional di Kota Batam, Kepulauan Riau. Rahmat Pantun adalah sosok remaja yang terbilang ulet dalam berbagai hal. Selain menggeluti usaha makanan dan aktif di dunia seni, ia juga ikut dan aktif melestarikan warisan budaya nenek moyang orang Melayu yakni Tanjak.

Mungkin tidak banyak yang tau tentang sosok dan latar belakang Rahmat Pantun. Dibalik usaha, hobi dan juga giatnya selama ini sehingga ia di kenal oleh berbagai kalangan mulai dari kalangan pengusaha, birokrasi, hingga legislatif baik Kabupaten, Provinsi hingga tingkat pusat ini, ternyata tersembunyi rapi kisah hidup yang bisa di katakan dirinya tak sebahagia orang lain. Dari kecil Rahmat Pantun hanya di besarkan oleh seorang ibu, maka tak heran dirinya begitu mencintai sang ibu dan bahkan usaha Dodol Ketan yang di gelutinya ini adalah wujud kecintaanya terhadap sang ibu yang selama ini telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang.

Walaupun ia menyembunyikan kerinduannya akan kasih sayang sosok seorang ayah, namun tatapan dari bola matanya tak bisa melindungi hal tersebut. Namun, dirinya tak ingin menceritakan kisah hidup yang selama ini ia jalani dan lebih memilih untuk tertutup dan tak ingin diketahui oleh orang lain.

"Tujuan saya mengembangkan Dodol Ketan Ayam Putih Pungguk yang namanya saya  ambil dari nama Patung Tugu Ayam Putih Pungguk adalah untuk mebantu ibu dan juga ekonomi kelurga serta memajukan makanan tradisional tempo dulu dengan dasar mencitai produk lokal," kata Rahmat Pantun mencoba mengalihkan cerita saat ditemui di Bagansiapiapi. Dirinya membenarkan bahwa usahanya ini berawal dari iseng promosi di media sosial. 

"Pesanan paling ramai itu di saat dekat lebaran idul Fitri dan Idul Adha dan bahkan ibu sampai kewalahan memenuhi permintaan para pelangan," aku Rahmat Pantun. Tak hanya membantu sang ibu dan ekonomi keluarga, usaha yang di jalaninya hingga kini tersebut di harapkan ya mampu membuka lapangan kerja baru khususnya bagi warga lokal. "Jika permintaan banyak, saya akan mengajak para pemuda untuk bekerjasama membuat Dodol dan akan saya kasi upah," terangnya.

Rahmat Pantun menerangkan kalau dirinya sangat serius dengan usaha Dodolnya ini dan bahkan ia punya mimpi suatu saat nanti memiliki toko sendiri. "Harapan dan impian saya kedepan adalah memiliki toko Dodol atau warung Dodol, tak hanya menjual produk Dodol, akan tetapi juga menampung dan menjual berbagai produk ekonomi kreatif lainnya yang berasal dari masyarakat lokal sekaligus mengembangkan dan mengenalkan lagi Dodol dan produk lokal lainya kepada masyarakat luas," harap Rahmat Pantun sembari mengaku bahwa produk Dodol nya ini sudah memiliki ijin PIRT Dari Dinas Kesehatan dan Ijin Label Halal Dari MUI Provinsi Riau. 

Selain mimpi tersebut, Rahmat menerangkan bahwa dirinya juga sudah berhasil mendirikan kelompok usaha bersama Ayam Putih Pungguk dan akan segera di Notaris kan biar ada badan hukumnya. Setelah memiliki badan hukum kedepan dirinya akan berupaya mengembangkan usaha-usaha kecil dengan melakukan pembinaan. "Kuatnya keinginan saya untuk mengembangkan usaha ini juga di dasari oleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah dan juga perusahaan," tuturnya.

Dirinya mengaku sangat senang bisa berbuat dan berkontribusi bagi daerah, itu sebabnya tak hanya mengelusi bidang usaha makanan ia juga aktif di dunia seni Pantun, dengan berbekal ilmu pengetahuan dan pengalaman mengikuti berbagai ajang lomba Pantun Rahmat Pantun kini mendokumentasikan hasil karya pantunya ke dalam sebuah buku yang di beri judul "Anak Burung Meraih Mimpi" dan akan segera diterbitkan tidak lama lagi. 

Di kesempatan lain dirinya juga giat mensosialisasikan kepada masyarakat agar gemar mengunakan Tanjak. Pada tahun 2017 lalu, dirinya bahkan pernah mendapatkan penghargaan dari gubernur Riau untuk kategori pemuda Berpertasi dan bahkan di nobatkan sebagai duta Tanjak Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan. (Feature/Erik)




Nama

Advetorial,18,Advevetorial,21,Batam,5,Bengkalis,419,Berita,1839,Biografi,18,Bisnis,87,Dumai,731,Dunia,81,Editorial,17,Hukum,1162,Inhil,99,Inhu,41,Kampar,137,Kepri,12,Kuansing,70,Kuliner,8,Lifestyle,93,Meranti,68,Nasional,1597,Nasionall,1,Olahraga,200,Opini,2,Pekanbaru,626,Pelalawan,218,Pendidikan,55,Peristiwa,268,Politik,147,Rau,1,Redaksi,5,Riau,2269,Rohil,516,Rohul,67,ROKAN HILIR,1,Siak,113,Sumatera,161,Sumatera Barat,2,Teknologi,70,Traveling,55,Video,71,
ltr
item
Analisariau: Harapan Sang Putra Pembuat Dodol
Harapan Sang Putra Pembuat Dodol
https://1.bp.blogspot.com/-uGhjzyPto8I/YUyGN3vw07I/AAAAAAAAMiY/FK8GLE6VVt8S2xEGHu8LMUefARUfc1CQQCLcBGAsYHQ/s320/IMG_20210923_203941.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-uGhjzyPto8I/YUyGN3vw07I/AAAAAAAAMiY/FK8GLE6VVt8S2xEGHu8LMUefARUfc1CQQCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG_20210923_203941.jpg
Analisariau
http://www.analisariau.com/2021/09/harapan-sang-putra-pembuat-dodol.html
http://www.analisariau.com/
http://www.analisariau.com/
http://www.analisariau.com/2021/09/harapan-sang-putra-pembuat-dodol.html
true
8225591636268580222
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy