Titipan Harapan Warga Binaan Untuk Mengkum Ham


ROKAN HILIR — Rencana pembangunan Rumah Tahanan (Rutan) yang telah naik kelas menjadi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas A Bagansiapiapi oleh Kementrian Hukum dan Ham di tahun anggaran 2021 mendatang sepertinya harus benar-benar di realisasikan. Pasalnya, berdasarkan investigasi Analisariau.com Senin (28/06/2020), kondisi Lapas yang terletak di bagian belakang gedung RSUD Dr RM Pratomo Bagansiapiapi tersebut begitu sangat memprihatinkan. Bayangkan saja, satu ruang sel berukuran 4 X 6 meter dengan kamar mandi dan WC ini diisi hampir 50 orang warga binaan. 

Bagaimana bisa satu ruangan yang seharusnya hanya untuk menampung 15 orang ini di isi hampir 50 orang? Serta bagaimana mungkin mereka yang berada di dalamnya bisa merebahkan badan dan memejamkan mata? Secara akal, bila manusia sebanyak 50 orang di susun berjejer rapi dengan kondisi tubuh berguling di lantai di dalam ruangan seukuran itu jelas tidak akan muat. Lantas bagaimana bisa sebanyak hampir 50 orang warga binaan ini bisa menghabiskan waktunya serhari-hari didalam sel tahanan ini? Berikut hasil ivestigas analisariau.com.

Berawal dari pesan melalui via WhatsApp yang dikirimkan awak analisariau.com ke WhatsApp Kepala Lapas Kelas A Bagansiapiapi, Wachid Wibowo dengan pesan "Izin bapak saya Supriyanto wartawan Analisariau.com. Terkait dengan rencana Menkum HAM Riau akan membangun Lapas dan memindahkan warga binaan di Ujung Tanjung. Saya merasa tertarik untuk membuat Feature tentang kondisi warga binaan yang menghuni ruang sel yang telah over kapasitas. Bolehkan saya mewawancai 1 atau 2 orang warga binaan bapak? 

Lantas Kepala Lapas menjawab, "Silahkan nanti ketemu saya melalui Pak Mismin sebelum wawancara, terima kasih,". Selanjutnya sekitar pukul 14.50 Wib awak analisariau.com mendatangi Lapas. Dipintu masuk saya bersama awak media pantauriau.com di minta oleh salah satu petugas untuk mencuci tangan di wastafel yang telah tersedia pada bagian kanan pintu masuk Lapas. Setelah itu kamipun di cek suhu tubuh dan selanjutnya di persilahkan masuk dan digiring menuju ke ruangan Pak Mismin.

Diruangan itu kami sempat bertanya terkait kondisi Lapas yang kabarnya over kapasitas tersebut. Namun, baru beberapa menit berbincang Pak Mismin yang sebelum kami sampai sempat menelpon awak media analisariau.com karena telah dikabari Kepala Lapas kemudian mengajak kami menuju ruang Kepala Lapas yang mana di dalam ruang itu selain Kepala Lapas juga terdapat dua pegawai Lapas yang telah duduk di kursi tamu. 

Tampa basa-basi setelah berasalaman dan duduk di kursi kamipun langsung menyampaikan tujuan kehadiran kami secara lebih rinci. Kepala Lapas yang duduk dibagian kanan kami pun langsung menjelaskan terkait rencana pembangunan Lapas baru di Ujung Tanjung seperti apa yang telah disampaikan Kakanwil Kumham Riau, Drs Ibnu Chuldun SH Msi, Jumaat (26/06/2020) lalu di Pekanbaru saat bertemu dengan bupati Rohil, H Suyatno Amp tersebut. Dari pembicaraan kami di awal pertemuan Wachid Wibowo selaku Kepala Lapas menjelaskan bahwa rencana ini memang benar-benar akan dilaksanakan di tahun 2021 mendatang. 

Diakuinya, ia menjabat sebagai Kepala Rutan sejak 24 Januari 2020. Begitu menjabat sebagai Kepala, Rutan cabang Bagansiapiapi naik kelas menjadi Lapas kelas A. Selanjutnya yang kedua infrastruktur di Lapas ini ia lihat sangat terbatas dan yang ketiga dirinya di hadapi persoalan  over kapasitas sebesar 700 persen dari seharusnya hanya untuk 98 orang akan tetapi kini tercatat di huni sebanyak 786 orang warga binaan.

"Dari tiga masalah inilah kita mencoba wacana untuk merelokasi Lapas yang mana kita telah melakukan koordinasi dengan bupati dan pihak Menkum HAM," kata Wachid Wibowo. Sementara itu, saat disingung mengenai rencana pembangunan Lapas yang sudah dimulai sejak tahun 2010 namun tak kunjung terlaksana hingga dengan saat ini ia menjelaskan hal ini sesungguhnya di akibatkan oleh faktor struktur tanah yang tidak sesuai.

"Tahun 2016 lalu yang saya tahu sempat dikucur dana untuk pembangunan di Batu Empat. Namun, struktur tanah tidak memungkinkan sehingga pimpinan pusat memikir ulang pembangunanya," terang Wachid Wibowo. Begitu juga dengan lahan yang disiapkan di Kepenghuluan Parit Aman. Dimana bila dilaksanakan kos yang di keluarkan akan sangat besar. Selanjutnya begitu ia duduk sebagai Kepala Lapas, dirinyapun berkoordinasi kembali dengan bupati untuk meminta mencari lokasi alternatif dan bupati langsung merespon dengan menyiapkan lahan di Ujung Tanjung. 

"Hasil pertemuan Menkum Ham Riau dengan bupati di Pekanbaru kemarin pembangunan Lapas di Ujung Tanjung ini menjadi program prioritas. Kita tentu mendoakan semoga terwujud, mengingat kondisi Lapas saat ini yang sudah sangat over kapasitas dan bisa dibilang Lapas dengan warga binaan terbanyak se Indonesia," sebutnya. Menyikapi persoalan over kapasitas tersebut saat di tanyai jumlah ruang sel yang ada di Lapas Bagansiapiapi ia membeberkan hanya 16 ruang dengan ukuran paling kecil 4 X 6 meter dan paling besar 6 X 6 meter. 

"Dengan jumlah sel yang ada bagikan saja dengan 786 orang warga binaan. Satu ruangan masing-masing hampir diiai 50 orang," jelasnya. Agar muat di isi dengan jumlah orang sebanyak itu, tiap ruangan dibuat semacam loteng 4 tingkat dari bahan kayu. "Jika tidak muat juga di loteng yang ada maka tak heran bila ada yang bergelantungan di antara jeruji besi seperti Kalilawar," jelasnya. Persoalan over kapasitas yang terjadi di Lapas Bagansiapiapi ini tentu sangat rawan terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Hal itu tidak dinafikan oleh Kepala Lapas. "Resiko dengan ramainya penghuni tentu ada. Tapi untuk menghindari hal itu kita melakukan pendekatan dengan para warga binaan sehingga terciptanya keharmonisan," tuturnya. Dari hal itu sejauh ini belum pernah adanya muncul masalah dan masih aman-aman saja dengan harapan kedepanya keharmonisan itu tetap terjaga antar petugas dan warga binaan. Terlepas dari itu, untuk mewujudkan program pembangunan Lapas baru di Ujung Tanjung dirinya mengaku akan terus memberikan keyakinan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Hukum dan Ham.

Usai berbincang dengan Kepala Lapas kamipun kemudian diizinkan untuk mewawancai salah satu warga binaan di ruangan Pak Misnin. Salah satu warga binaan dengan inisial M yang di wawancai terkait kondisi ruang sel yang di huninya selama kurang lebih sejak 7 tahun atas kasus narkoba yang menjeratnya turut memperjelas kondisi sesunguhnya. 

Kondisi Lapas Bagansiapiapi selama dirinya pertama masuk hingga dengan saat ini tak pernah sepi. "Bagaimana bisa sepi jika jumlah penghuni sebanyak ini," canda priya bertubuh gempal ini. Penghuni tiap ruang sel sili berganti bangun dan tidur untuk menghabiskan waktu mereka setiap hari. Saat dirinya tidur yang lainya ada yang terjaga dukuk dan berdiri, bercanda, bercerita, berdebat dan adu pendapat, menangis dan tertawa begitulah setiap hari baik siang maupun malam hari.

Setiap hari ada saja teman baik pagi, siang, sore, malam maupun subuh yang benyanyi, ketawa, bercerita dan bahkan ada yang termenung berjam-jam menatap lantai, dinding, dan plafon. Maklum rambut sama hitam, tapi ada juga yang warna rambutnya agak pirang dan yang berwarna putih karna umur asudah tua. Jadi tentu sifat antara satu dengan lainya beebeda-beda. Ada yang suka bicara kerjanya ngobrol tiap hari, begitu pula yang sikapnya pendiam tiap hari kerjanya hanya melamun saja, jelas priya asal Baganbatu ini.

Sesungguhnya kondisi di dalam sel tahanan sangatlah menyedihkan. Tak hanya sempit dan sesak, tapi juga sangat panas karna banyaknya orang. Jangankan 5, 10 unit kipas angin bahkan tak mampu membuat hawa panas ruang sel berubah menjadi dinggin. 
"Berkeringat sudah menjadi hal biasa baik saat terjaga maupun tertidur," katanya. Akan tetapi beruntung pihak Lapas tidak melarang penggunaan kipas angin di dalam ruang sel ini sehingga hawa panas bisa dikurangi.

Apa yang diungkapkan Kepala Lapas turut di benarkan M. Diruang yang dihuninya terdapat empat tingkat loteng yang mana pada tiap tingkat diisi oleh warga binaan. Bila terlalu banyak penghuni sebagian dari mereka bahkan ada yang harus membuat gantungan dari sehelai kain yang diikat di antara terali besi semata hanya untuk bisa memejamkan mata, menyendiri dan memisahkan diri dari teman lainya agar bisa tidur, mengelak dari tidur dihimpit teman dan tidak terlalu merasakan panas yang membuat pori-pori mengeluarkan air keringat. 

Aroma tak sedap yang terhirup dari angin segar yang keluar dari cerobong pembuagan tubuh manusia sudah menjadi hal biasa bagi mereka. Tak jarang pula bunyi dari angin pembuagan itu di buat lelucon lantaran antara cerobong satu dengan lainya saling bersautan. Soal angin yang keluar dari cerobong itu tentu erat kaitanya dengan makan. Lalu bagaimana sesunguhnya kondisi menyangkut soal perut di dalam Lapas? 

Untuk soal makan akunya tidak ada masalah, karena dalam sehari mereka di sajikan makanan 3 kali dengan asupan bubur tiap paginya yang diantar petugas ke masing-masing ruang sel "Hanya saja soal mandi yang namanya orang ramai ya harus ngantri. Begitu juga saat mau BAB karena banyaknya orang mengunakan Toilet di saat bersamaan baik siang maupun malam," papar Priya yang mengaku akan mengakhiri masa tahanannya pada Desember 2020 ini. 

Sebagai warga binaan, terkait dengan rencana pembangunan Lapas baru tersebut menjadi angin segar bagi dirinya walaupun nanti kemungkinan ia tidak akan dapat menikmati Lapas baru itu. "Harapan saya tentu rencana ini bisa terwujud. Kenapa demikian, Lapas sekarang inikan sudah sangat over kapasitas jadi kan kasihan juga. Bila pindah di Lapas yang baru dengan jumlah ruang sel lebih banyak tentu tak perlu harus sekamar dengan puluhan orang," sebutnya sembari berharap.


***(erik)

Editor : Ingatan
Nama

Advevetorial,18,Batam,5,Bengkalis,408,Berita,1540,Biografi,18,Bisnis,83,Dumai,681,Dunia,80,Editorial,16,Hukum,1082,Inhil,99,Inhu,37,Kampar,134,Kepri,11,Kuansing,70,Kuliner,8,Lifestyle,86,Meranti,68,Nasional,1524,Olahraga,199,Opini,2,Pekanbaru,556,Pelalawan,174,Pendidikan,53,Peristiwa,260,Politik,138,Redaksi,5,Riau,1960,Rohil,358,Rohul,67,ROKAN HILIR,1,Siak,111,Sumatera,157,Sumatera Barat,2,Teknologi,68,Traveling,55,Video,71,
ltr
item
Analisariau: Titipan Harapan Warga Binaan Untuk Mengkum Ham
Titipan Harapan Warga Binaan Untuk Mengkum Ham
https://1.bp.blogspot.com/-2e9IGs7icTg/XvnradGALRI/AAAAAAAACxY/sEEsd0KDy9EsDXKEi-ngo60bC83Gs-2vgCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20200629-WA0064.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-2e9IGs7icTg/XvnradGALRI/AAAAAAAACxY/sEEsd0KDy9EsDXKEi-ngo60bC83Gs-2vgCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200629-WA0064.jpg
Analisariau
http://www.analisariau.com/2020/06/titipan-harapan-warga-binaan-untuk.html
http://www.analisariau.com/
http://www.analisariau.com/
http://www.analisariau.com/2020/06/titipan-harapan-warga-binaan-untuk.html
true
8225591636268580222
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy