Manajemen PT GIN Dinilai Arogan Dan PHK Pekerja Tanpa Alasan Jelas

TEMBILAHAN - Sikap arogan perusahaan terhadap pekerja kembali terjadi. Kali ini dialami pekerja kebun kelapa sawit PT. Guntung Idaman N...


TEMBILAHAN - Sikap arogan perusahaan terhadap pekerja kembali terjadi. Kali ini dialami pekerja kebun kelapa sawit PT. Guntung Idaman Nusa (GIN) desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Inhil, Ifandi Gulo dan Yamurudi Zai.

Sebagaimana dibeberkan Ketua Serikat Buruh Riau Mandiri (SBRM), Herman Zai kepada awak media, Jumat (06/04/18) di Pekanbaru. Ia mengungkapkan, berawal ketika Yamurudi bermaksud melerai percekcokan yang melibatkan Ifandi dengan Askeb bernama Harry dan Manager Mayer serta beberapa personil security, Minggu (01/04/2018).

Tanpa diketahui penyebab, Herry dkk mendadak mendatangi rumah yang ditempati Tolona Waruwu yang sudah bekerja 6 bulan di PT GIN. 
Pihak Manajemen salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Guntung Idaman Nusa yang terletak di desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Inhil melakukan PHK dan Mutasi terhadap beberapa orang pekerja dalam waktu hampir bersamaan.
Terjadinya PHK sepihak tersebut diyakini berawal dari aksi protes Tolona Waruwu seorang karyawan terhadap pihak manajemen terkait menanyakan tempat tinggal karyawan yang selama ini pihak perusahaan tidak pernah memberikan hak rumah kepada karyawan tersebut.

Meskipun sudah berulang kali mengajukan perumahan karyawan kepada pihak management, namun upaya itu sia-sia.

Tak berhenti sampai disitu, sekitar pertengahan Maret lalu karyawan bernama Tolona Waruwu tersebut dengan didampingi Abang iparnya  Ifandi Gulo menjumpai pihak management guna membicarakan kembali soal rumah sebagai tempat tinggal Tolona dengan keluarganya. Dari pertemuan tersebut akhirnya pihak management menyetujui dan memberikan rumah karyawan di Blok F17 untuk ditempatinya.

Namun pada hari Minggu (01/04) sekitar pukul 15.00 wib, manajemen perusahaan Mayer, dan asisten kebun(Askeb) Harry dengan membawa beberapa orang security mendatangi rumah karyawan yang ditempati Tolona Waruwu. Dengan nada keras pihak management PT GIN memanggil Tolona Waruwu dan keluarganya untuk keluar dari rumah dan menumpang dikediaman Ifandi Gulo.

Mendengar nada membentak dan keras tersebut membuatnya dan keluarga terkejut. Dengan keadaan bingung, Tolona menemui gerombolan security dan manajer PT GIN dan menanyakan maksud kedatangan mereka.

Mendengar keributan tersebut, Ifandi Gulo yang rumahnya berhadapan dengan kediaman Tolona langsung memghampiri. Perdebatan antara Tolona dengan manajer PT GIN tak dapat terelakan. Karena pihak Tolona tetap bertahan, pihak Manager Mayer dan Askeb Harry memanggil teknisi listrik untuk memutus arus listrik dikediaman rumah yang ditempati Tolona tersebut.

Antara keduanya sempat memanas, dengan sikap arogan yang diperlihatkan manager PT GIN tersebut, Ifandi menghampiri manajer mempertanyakan pemutusan listrik dan pengusiran yang dilakukan pihak management. Bukan jawaban yang didapat, justru Mayer selaku manager dengan nada keras sambil menunjuk-nunjuk secara dekat wajah Ifandi. Menerima perlakuan yang tidak humanis tersebut, Ifandi emosi dengan menepis tangan Mayer.

Mendengar keributan tersebut, seluruh karyawan berhamburan keluar. Seorang karyawan bernama Yamurudi Zai kemudian menanyakan penyebab keributan tersebut kepada manager.

" Kenapa ribut seperti ini pak,?  Kalau ada masalah, bawa kekantor saja untuk diselesaikan pak," kata Yamurudi

Tapi pihak manajemen semakin menunjukkan ke egoannya malah menyuruh security untuk menangkap Ifandi Gulo,  melihat gelagat tersebut dan security mulai bergerak. Sepontan keluar kata-kata Yamurudi .

"Kalau begini kalian tak nampak mana pimpinan dan mana pekerja mengajak ribut ini,  hajar,  hajar kalau gitu!" Teriak Yamurudi.
Mendengar itu security mengurungkan niat menangkap ifandi atas perintah manager,  dan manager bersama askeb hari pergi,  baru aman situasi.

Atas kejadian tersebut esok harinya ifandi dan Yamurudi dipanggil dikantor dan langsung diskorsin beberapa hari,  namun pada tanggal 05 April 2018  pihak manajemen menerbitkan Surat pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap kedua pekerja tersebut dengan nomor surat : 051/HMS - GIN/IV/2018 dan No.  052/HMS - GIN/IV/2018. dengan alasan dianggap menjadi profokator untuk melawan atasan.

Lain hal juga yang dialami oleh ketiga tenaha kerja di EST II di PT. GIN tersebut. hanya karena pekerja panen menolak mengerjakan kerja pruning karena tidak sesuai upah langsung di mutasi,  padahal itu kerja tambahan bukan kerja pokok tambahan.

Atas persoalan diatas,  Ketua Umum SBRM menyatakan bahwa,  tindakan manajemen PT. GIN  adalah tindakan sewenang - wenang terhadap pekerja.

"Tindakan sewenang-wenang pihak management terhadap pekerja melanggar UU tenaga kerja. arogan,  serta menunjukan sikap Adi kuasa dalam bentuk kepemimoinan tangan besi dalam hubungan kerja,  persoalan ini akan dilanjutkan ke Disnaker untuk diproses dan di uji kebenarannya," jelas Herman pada awak media.

Herman menambahkan, yang disayangkan pekerja yang di PHK dan di Mutasi tersebut adalah unsur Pengurus PUK SBRM PT. GIN yang sudah punya legal standing dalam perusahaan tersebut,  pengurus SBRM sudah melayangkan surat ke pihak perusahaan dan terus kita tindak lanjuti.

Sedangkan Humas PT GIN, Rudi Candra saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut enggan berikan keterangan resmi. Rudi berdalih, untuk memberikan pelayanan jelasan tidak bisa melalui handphone.

"Untuk konfirmasi dan ke jelasan, harus jumpa di tembilahan bang, gak bisa melalui HP," jelasnya.

(rdk/rf/Foto:Istimewa)

Nama

Advertorial,61,Batam,4,Bengkalis,372,Berita,665,Biografi,16,Bisnis,77,Dumai,440,Dunia,78,Editorial,7,Hukum,750,Inhil,99,Inhu,34,Kampar,118,Kepri,9,Kuansing,63,Kuliner,5,l,1,Lifestyle,67,Meranti,64,Nasional,1254,Olahraga,195,Pekanbaru,390,Pelalawan,68,Pendidikan,30,Peristiwa,233,Politik,100,Redaksi,1,Riau,1186,Rohil,72,Rohul,65,Siak,104,Sumatera,135,Teknologi,44,Traveling,52,Video,60,
ltr
item
Analisariau: Manajemen PT GIN Dinilai Arogan Dan PHK Pekerja Tanpa Alasan Jelas
Manajemen PT GIN Dinilai Arogan Dan PHK Pekerja Tanpa Alasan Jelas
https://4.bp.blogspot.com/-W4_tnt7ML2c/Wsi1Dn9WbTI/AAAAAAAAIjU/LTCbmEFVRCg0IRbLkZcRMM_efL6l4-HcQCLcBGAs/s320/IMG_20180407_190910.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-W4_tnt7ML2c/Wsi1Dn9WbTI/AAAAAAAAIjU/LTCbmEFVRCg0IRbLkZcRMM_efL6l4-HcQCLcBGAs/s72-c/IMG_20180407_190910.jpg
Analisariau
http://www.analisariau.com/2018/04/manajemen-pt-gin-dinilai-arogan-dan-phk.html
http://www.analisariau.com/
http://www.analisariau.com/
http://www.analisariau.com/2018/04/manajemen-pt-gin-dinilai-arogan-dan-phk.html
true
8225591636268580222
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy