Surat Rindu ER Dinilai Apologi

Haris El Mahdi/Foto:Istimewa MALANG  – Wali Kota Batu nonaktif Eddy Rumpoko mengirim surat rindu pada masyarakat Kota Wisata Batu. Sura...

Haris El Mahdi/Foto:Istimewa

MALANG – Wali Kota Batu nonaktif Eddy Rumpoko mengirim surat rindu pada masyarakat Kota Wisata Batu. Surat tertanggal 26 November 2017 yang dikirim lewat Ustad Joko Sutrisno dan dibacakan usai shalat Jumat di Masjid Brigjen Soegijono itu kini menimbulkan kontroversi.

Itu karena ada yang pro dan kontra. Yang pro tentu akan merasa terharu terhadap ER yang saat ini ditahan di Tahanan KPK Cipinang, Jakarta. Sedangkan yang kontra juga memiliki dasar dan alasan tersendiri.
Makanya Direktur Lembaga Pemantau Penyelenggara Pengeluaran Keuangan Negara dan Daerah(LP3KND) Supriyadi SH, Minggu (17/12/3017) berharap agar KPK tak hanya mengungkap kasus terkait OTT. Namun seluruh dugaan korupsi yang terjadi di Pemķot Batu juga dibongkar.
“Ya masalahnya surat itu mengesankan bila ER masih mempertanyakan kasus yang menjerat dirinya. KPK memang wajib membuktikan hal itu,” tutur dia kepada Agus Susanto dari surabayapost.net.
Alasan Supriadi karena selama ini memang masih banyak pihak yang berspekulasi terkait kebenarannya. Padahal Kabag ULP Pemkot Batu sudah mengakui bahkan membuka kasus lain soal fee proyek.
Sementara itu, Haris E l – Mahdi,dosen UB Malang yang juga tokoh pemuda di Batu ini menilai surat rindu ER pada masyaralat hanya basa-basi semata. Sebab, surat itu dinilai berisi apologi (pembrlaan diri).
Dijelaskan dia bila hal semacam itu terjadi karena krisis kebudayaan. Hannah Arendt, tutur dia, menyebut banalitas kejahatan. “Jadi orang berbuat jahat tidak merasa bersalah,” terang dia.
Karena itu menurut dia, “Surat itu berisi apologia,pembelaan diri. Jadi, hal yang banyak dilakukan tersangka korupsi di indonesia,” sindirnya.
Benarkah demikian? Berikut surat ER yang dikirimkan buat masyarakat Kota Batu.
Jakarta, 26/11/2017
Kepada Masyarakat Kota Batu yang saya cintai
Assalamualaikum Wr. Wb
Apapun yang terjadi, prosedur hukum harus kita hormati. Meskipun jujur, saya tekejutkan dengan istilah OTT yang dilakukan para penegak hukum, tapi saya sebagai warga negara maupun sebagai manusia akan patuh dan mengikuti prosedur hukum yang berlaku di negara kita.
Setiap pilihan yang kita jalani selalu ada resikonya. Ini adalah resiko dari amanah yang diberikan oleh rakyat kepada saya. Dengan kerendahan hati, saya menyadari saya sangat minim mengenai masalah pengetahuan hukum. Meski demikian, sebagai bentuk tanggung jawab dan konsekuensi, saya harus patuh dan mengikuti prosedur hukum.
Sejak dulu, saya diajarakan oleh orangtua saya, terutama Bapak saya, yang perjalanan kariernya sebagai pejuang di Era Perjuangan dulu sebagai Prajurit TENTARA NASIONAL INDONESIA, selalu ditekankan tentang kejujuran dan tanggung jawab. Itu yang selalu ditegaskan oleh Bapak saya bahwa dalam hidup harus jujur dan bertanggung jawab.
Ajaran ini yang selalu saya tekankan kepada masyarakat Kota Batu, aparatur sipil negara di Pemerintahan Kota Batu maupun kepada sahabat-sahabat saya dan kolega. Demikian juga apa yang saya dapat dalam perjalanan hidup, saya selalu berusaha untuk mengambil hal yang positif, dan meninggalkan segala yang negatif seperti mengumbar kebencian, karena saya percaya tindakan yang positif akan menghasilkan energi yang positif untuk hidup bermasyarakat.
Proses hukum yang saya hadapi saat ini sudah hampir 3 (tiga) bulan, alhamdulilah saya dalam kondisi sangat sehat. Demikian juga harapan saya untuk masyarakat Kota Batu, semoga selalu sehat, selalu beraktivitas, selalu beribadah, berkerja, sekolah dan berkegiatan untuk keluarga dan bangsa.
Saya, Eddy Rumpoko, mohon doa yang tulus dan ikhlas dalam menjalani proses hukum yang sedang saya hadapi, semoga semakin baik dan bisa menjadi contoh untuk kita semua. Saya sangat menghormati penegakan hukum di negara kita guna memperbaiki kondisi bangsa dan negara pada saat ini. Karena dalam hidup kita harus selalu meninggalkan jejak-jejak kebaikan sebagai umat ataupun sebagai warga negara.
Jujur saja, saya tidak tahu betul apa yang dimaksud dengan OTT, karena pada saat kejadian itu saya sedang beraktivitas di kamar mandi dan tiba-tiba saja ada kejutan dari petugas aparat hukum yang sedang melakukan tugasnya. Saya adalah objek dari OTT. Saya sangat terkejut karena saya tidak merasa melakukan perbuatan yang disangkakan. Pada hari Sabtu tanggal 16 September 2017 kurang lebih pukul dua belas siang, pintu kamar saya digedor-gedor oleh beberapa orang. Ketika saya buka, ada petugas dengan menunjukan identitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sekali lagi, saya tidak melakukan perlawanan dan saya sebagai warga negara sangat menghormati apa yang menjadi tugas aparat penegak hukum di negara kita.
Setelah mandi, ada sepuluh petugas menyampaikan kepada saya bahwa ada tamu saudara Phillip membawa uang 200 juta dan pada saat itu saudara Phillip berada di garasi rumah dinas. Saya merasa saya tidak pernah ada janjian atau meminta saudara Phillip untuk datang ke rumah dinas apalagi membawa uang atau sesuatu apapun yang akan diberikan kepada saya.
Namun, sekali lagi saya tegaskan, saya menghormati prosedur hukum yang berlaku di negara kita. Apakah saya bersalah ataupun disalahkan, saya menjunjung tingi aparat hukum yang sedang berkerja keras untuk membangun bangsa dan negara ini dari persoalan penumpasan korupsi.
Saat saya menulis ini kemungkinan saya tidak bisa mengakhiri amanah yang diberikan oleh masyarakat selama dua periode atau 10 tahun di pemerintahan Kota Batu karena saya masih akan menjalani proses hukum ini sampai dengan persidangan persidangan selanjutnya. (Pelantikan tanggal 26 Desember 2017)
Namun, itu bukanlah suatu beban yang saya rasakan ketika saya sedang menjalani proses hukum. Saya merasakan rindu yang teramat dalam untuk bisa berkunjung ke masyarakat yang beraktivitas di pertanian, di desa-desa, di dusun-dusun, maupun di kampung-kampung.
Rindu juga menyapa masyarakat yang melakukan aktivitas perdagangan yang sering saya jumpai. Terutama rindu menyapa anak-anak yang sedang menempuh pendidikan, masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah atau pun masyarkat yang sedang sakit yang selama ini saya rasakan tidak ada batas apapun karena itu semua adalah bentuk silaturahmi, seduluran, dan bareng-bareng membangun bersama-sama seperti semboyan Raja Jawa: Rame Ing Gawe Sepi Ing Pamrih.
Masa-masa di mana saya bisa bercengkrama dengan anak-anak sekolah di kampung-kampung dan desa-desa itu lah yang saya rindukan. Apalagi ketika melaksanakan shalat Jumat bersama mereka, saya berusaha untuk bertemu dan melihat wajah-wajah pemimpin yang akan datang.
Saya juga rindu pada masa bisa bertemu dengan ibu-ibu, bisa guyon, tertawa dan bercanda. Bertemu dengan para petani dengan wajah-wajah yang tulus menghadapi persoalan pertanian. Bertemu dengan pedagang pedagang yang begitu ramai. Bertemu dengan tokoh agama yang begitu istiqomah merekatkan dan mendamaikan semuanya.
Bertemu dengan guru-guru yang begitu kuatnya membangun dunia pendidikan. Bertemu dengan TNI dan POLRI yang mengayomi masyarakat, aparatur pemerintahan yang berkerja dengan baik. Semua pertemuan itu begitu saya rindukan.
Kota wisata Batu yang kita cintai ini, alhamdulilah memiliki alam, pertanian dan budaya masyarakat yang guyub Gemah Ripah Loh Jinawi. Mari kita jaga bersama agar lebih baik, jangan ada kebencian atau hal-hal yang negatif. Yang lebih utama dan penting adalah mari melihat kedepan dengan segala kekurangan pada saat ini.
Selamat Bekerja.. Tunjukan Kreativitas Inovasi saudara…. dan Tetap Semangat !!! Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara khususnya masyarakat Kota Wisata Batu.
Hakaryo Guno Mamayu Bawono.
Wasalammualaikum Wr Wb
Eddy Rumpoko (sumber: surabayapost.net)
Nama

Advertorial,61,Batam,4,Bengkalis,372,Berita,652,Biografi,15,Bisnis,77,Dumai,436,Dunia,77,Editorial,7,Hukum,739,Inhil,99,Inhu,34,Kampar,117,Kepri,9,Kuansing,63,Kuliner,5,l,1,Lifestyle,67,Meranti,64,Nasional,1239,Olahraga,195,Pekanbaru,385,Pelalawan,67,Pendidikan,29,Peristiwa,232,Politik,99,Redaksi,1,Riau,1175,Rohil,72,Rohul,64,Siak,104,Sumatera,134,Teknologi,44,Traveling,52,Video,59,
ltr
item
Analisariau: Surat Rindu ER Dinilai Apologi
Surat Rindu ER Dinilai Apologi
https://2.bp.blogspot.com/-YAkyiuk_0iU/WjarPDuxxMI/AAAAAAAAHro/VxpQOISAiBcDinYQ-Olq4daAQXsMj6PBwCLcBGAs/s320/IMG_20171218_003629.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-YAkyiuk_0iU/WjarPDuxxMI/AAAAAAAAHro/VxpQOISAiBcDinYQ-Olq4daAQXsMj6PBwCLcBGAs/s72-c/IMG_20171218_003629.jpg
Analisariau
http://www.analisariau.com/2017/12/surat-rindu-er-dinilai-apologi.html
http://www.analisariau.com/
http://www.analisariau.com/
http://www.analisariau.com/2017/12/surat-rindu-er-dinilai-apologi.html
true
8225591636268580222
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy